Ada 3 fungsi Tag Hyperlink, yaitu :
1. Untuk menghubungkan antar file dalam 1 website.
Coding
Hasilnya seperti berikut : (klik fotonya)
Jika kita KLIK tulisan yang berwarna biru (KLIK DISINI UNTUK MELIHAT PENGGUNAAN TAG DL), maka kita akan terhubung dengan halaman berikut :
====================================================
2. Untuk menghubungkan dengan website lain.
Coding
Hasilnya seperrti berikut : (klik fotonya)
Jika kita KLIK tulisan yang berwarna biru (ADD MY FACEBOOK), maka kita akan terhubung dengan halaman berikut :
dan begitu seterusnya jika kita klik bagian yang lain.
*Jika kita ingin kembali ke bagian atas, kita klik tulisan Back To Top :
maka kita akan diarahkan pada bagian ini :
=========================================================
1. Untuk menghubungkan antar file dalam 1 website.
Coding
<html>
<head>
<title>Menggunakan tag Hyperlink</title>
</head>
<body>
<body background="file:///E:/Image/Gambar/Koleksi/chillax_1280.jpg">
<p align="center"><font size="7"face="MV Boli">Menggunakan TAG Hyperlink</font></p>
<BR/>
<a href="file:///D:/Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/pro3 (B.Ires)/X/HTML
/tugas html/Menggunakan Tag dl.html">KLIK DISINI UNTUK MELIHAT PENGGUNAAN TAG DL</a>
<BR/>
<p align="center"><font size="5"
face="Mistral">Author: Endah Kholifatus Sholihah X RPL 1</font></p>
</body>
</html>
Hasilnya seperti berikut : (klik fotonya)
Jika kita KLIK tulisan yang berwarna biru (KLIK DISINI UNTUK MELIHAT PENGGUNAAN TAG DL), maka kita akan terhubung dengan halaman berikut :
====================================================
2. Untuk menghubungkan dengan website lain.
Coding
<html>
<head>
<title>Menggunakan tag Hyperlink 2</title>
</head>
<body>
<body background="file:///E:/Image/Gambar/Koleksi/medusa2_1600x1200.jpg">
<p align="center"><font size="7"face="MV Boli">Menggunakan TAG Hyperlink 2</font></p>
<BR/>
<a href="http://www.facebook.com/endah.andendahanif">ADD MY FACEBOOK!</a>
<BR/>
<p align="center"><font size="5"
face="Mistral">Author: Endah Kholifatus Sholihah X RPL 1</font></p>
</body>
</html>
Hasilnya seperrti berikut : (klik fotonya)
Jika kita KLIK tulisan yang berwarna biru (ADD MY FACEBOOK), maka kita akan terhubung dengan halaman berikut :
====================================================
3. Untuk menghubungkan ke bagian lain dalam 1 halaman website.
Coding
<html>
<head>
<title>Menggunakan tag Hyperlink 3</title>
</head>
<body>
<body background="file:///E:/Image/Gambar/Koleksi/inlove_1600.jpg">
<p align="center"><font size="7"face="MV Boli">Menggunakan TAG Hyperlink 3</font></p>
<BR/>
<a name="Top"><font size="5">DAFTAR ISI TENTANG SEJARAH</font></a></br>
<a href="#pengertian sejarah"><font size="4">1. Pengertian Sejarah</font></a></br>
<a href="#catatan sejarah"><font size="4">2. Catatan Sejarah</font></a></br>
<a href="#prasejarah"><font size="4">3. Prasejarah</font></a></br>
<a href="#historiografi"><font size="4">4. Historiografi</font></a></br>
</a>
</br>
<a name="pengertian sejarah"><font size="4"><strong>1. Pengertian Sejarah</strong>
</font><?a></br>
<p align="left">
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau
asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.Adapun ilmu
sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu
manusia.Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang
sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang
mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.</br>
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau
asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.Adapun ilmu
sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu
manusia.Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang
sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang
mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.</br>
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau
asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.Adapun ilmu
sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu
manusia.Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang
sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang
mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.</br>
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau
asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.Adapun ilmu
sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu
manusia.Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang
sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang
mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.</p></br>
<a name="catatan sejarah"><font size="4"><strong>2. Catatan Sejarah</strong>
</font><?a></br>
<p align="left">
Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti
catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan
dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan",
atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama
informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio,
dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian
sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari.
Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang
berbeda satu dengan yang lainnya.</br>
Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti
catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan
dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan",
atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama
informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio,
dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian
sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari.
Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang
berbeda satu dengan yang lainnya.</br>
Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti
catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan
dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan",
atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama
informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio,
dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian
sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari.
Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang
berbeda satu dengan yang lainnya.</p></br>
<a name="prasejarah"><font size="4"><strong>3. Prasejarah</strong>
</font><?a></br>
<p align="left">
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau
sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik
profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan
20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang
ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori
baru tentang sejarah manusia.</br>
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau
sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik
profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan
20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang
ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori
baru tentang sejarah manusia.</br>
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau
sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik
profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan
20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang
ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori
baru tentang sejarah manusia.</br>
sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik
profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan
20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang
ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori
baru tentang sejarah manusia.</br>
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau
sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik
profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan
20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang
ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori
baru tentang sejarah manusia.</p></br>
<a name="historiografi"><font size="4"><strong>4. Historiografi</strong>
</font><?a></br>
<p align="left">
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.</br>
Historiografi adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem
kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang
hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di
antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang
ideologis, misalnya: historiografi Marxisme. </p></br>
<a href="#Top">Back To Top</a>
<p align="center"><font size="4"
face="Mistral">Author: Endah Kholifatus Sholihah X RPL 1</font></p>
</body>
</html>
Hasilnya seperti berikut : (klik fotonya)
* Jika kita KLIK salah satu tulisan berwarna biru pada daftar isi, maka akan terhubung pada bagian yang di klik tersebut . Contoh : kita klik tulisan 1. Pengertian Sejarah, maka akan terhubung pada bagian tersebut :
dan begitu seterusnya jika kita klik bagian yang lain.
*Jika kita ingin kembali ke bagian atas, kita klik tulisan Back To Top :
maka kita akan diarahkan pada bagian ini :
=========================================================
Author :
Endah Kholifatus Sholihah
X RPL 1 (20)
SMKN 1 BANYUWANGI
SMKN 1 BANYUWANGI











